Jenis Jenis Koneksi Internet
Jul 30, 2012
Untuk dapat tersambung ke jaringan internet,
pengguna harus menggunakan layanan khusus yang disediakan ISP melalui media transfer
data yang sesuai. Bisa melalui saluran telepon atau media yang lain. Kebutuhan akan
koneksi internet yang cepat mendorong pengembangan teknologi komunikasi data yang
baru. Dulu, akses internet dial up melalui jaringan telepon dirasa sudah mencukupi.
Namun saat ini, layanan itu tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar pengguna
internet. Pengguna internet tentu ingin membuka halaman-halaman buku elektronik
dengan cepat, mendengarkan siaran radio internet, menonton siaran televisi online, telepon
internet, atau melakukan konferensi jarak jauh. Semua itu membutuhkan koneksi internet
dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, penyedia jasa internet (ISP) menawarkan
berbagai macam metode koneksi internet yang dapat dipilih pelanggan sesuai dengan
kebutuhannya.
Macam-Macam Metode Koneksi Internet
1. Koneksi Dial Up
Di Bab 3 kamu telah sedikit mempelajari layanan ini. Komputer yang dilengkapi
dengan modem analog dapat melakukan dial up, yaitu menghubungi server milik ISP
untuk memperoleh akses internet. Koneksi dial-up tidak hanya menggunakan jalur telepon
rumah (PSTN), tetapi juga bisa menggunakan
telepon genggam berteknologi CDMA.
Pertama-tama, komputer melalui modem
melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke
ISP. Setelah terhubung, komputer akan memperoleh
akses internet dari ISP tersebut. Untuk
mengakhiri koneksi internet, dilakukan dengan
memutuskan hubungan telepon. Pelanggan akan
dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP
yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya
koneksi.
Modem dial up mengubah sinyal digital dari
komputer menjadi sinyal suara (sinyal analog)
yang ditransmisikan melalui kabel telepon atau
sebaliknya. Itu sebabnya, pada saat koneksi internet
berlangsung, kamu tidak bisa menerima
atau melakukan panggilan. Modem dial up
umumnya diklasifikasikan berdasarkan jumlah bit data yang dapat dikirim per detik (bps,
bit per second). Dengan adanya pembatasan interferensi sinyal suara, kecepatan modem
dial up maksimum adalah 56 kbps.
Koneksi dengan metode ini paling mudah dilaksanakan, sehingga jangkauannya cukup
luas. Kekurangan paling mendasar adalah masalah kecepatan koneksi. Kualitas jaringan
telepon yang terpasang sangat berpengaruh pada kualitas koneksi. Hal ini disebabkan
karena lebar pita frekuensi yang dipakai rentan terhadap gangguan (noise) yang
ditimbulkan dari lingkungan. Meski demikian, masih banyak orang yang mempergunakan
layanan dial up karena tidak tersedia layanan hubungan kecepatan tinggi akibat
keterbatasan biaya atau karena keadaan geografis yang tidak memungkinkan.
2. Koneksi dengan Jaringan Leased Line
Jaringan internet leased line artinya jaringan yang tersedia untuk mengakses internet
selama 24 jam sehari. Hal ini berbeda dengan dial up, di mana akses internet hanya
tersedia pada saat kamu melakukan hubungan ke ISP. Oleh karena itu jaringan leased
line juga sering disebut sebagai jaringan dedicated line, yaitu jaringan yang dikhususkan
untuk koneksi internet. Jaringan leased line dapat menggunakan jaringan telepon, kabel
khusus untuk internet, maupun koneksi wireless. Untuk jaringan yang menggunakan kabel,
tersedia layanan ISDN dan DSL. Perhatikan uraian berikut ini!
ISDN merupakan komunikasi melalui
jaringan telepon yang dapat memisahkan
aplikasi suara (data analog) dengan data nonsuara
seperti teks, gambar, dan video (data
digital) pada jaringan yang sama. ISDN dikembangkan
pada jaringan telepon. Modem
ISDN tidak mengubah data digital menjadi
data analog atau sebaliknya seperti pada
modem dial up (tidak ada proses modulasi
dan demodulasi). Modem ISDN hanya memproses
data digital antara komputer dengan
jaringan ISDN. Kecepatan transfer data
dengan layanan ini mencapai 128 kbps, lebih
cepat bila dibandingkan dengan kecepatan
koneksi dial up.
Cara kerja koneksi jenis ini mirip dengan ISDN, yaitu dengan menumpangkan
sinyal transmisi data frekuensi tinggi yang membawa data digital di saluran telepon.
Pada bagian pelanggan dipasang pemisah sinyal (splitter) yang memisahkan sinyal
frekuensi tinggi agar tidak mengganggu sinyal pembicaraan dan sinyal fungsi
operasional pesawat telepon. Dengan demikian, kamu tetap bisa melakukan panggilan
telepon ketika sedang berinternet. Sinyal data frekuensi tinggi diproses dalam modem
DSL guna melangsungkan koneksi internet antara pelanggan dengan ISP.
Modem DSL langsung terhubung dengan
ISP dari pertama dihidupkan dan menjaga
koneksi ini tetap berlangsung. Kebanyakan
modem ini mampu membagi koneksi internet dari
ISP ke beberapa komputer menggunakan port
Lokal Area Network (LAN) atau wireless LAN.
Kecepatan DSL mencapai ratusan kbps
hingga beberapa Mbps. Ada dua jenis teknologi
DSL, yaitu ASDL (Asymmetric Digital Subscriber
Line) dan SSDL (Symmetric Digital
Subscriber Line). Selain itu tersedia juga layanan
DSL yang lebih cepat dibandingkan DSL
standar, yaitu HDSL (High data-rate DSL) dan
VDSL (Very high data-rate DSL).
3. Koneksi melalui Jaringan Wireless
Koneksi tanpa kabel (wireless connection) merupakan inovasi baru untuk koneksi
internet 24 jam. Teknologi wireless mengirimkan data menggunakan gelombang radio
dalam spektrum gelombang elektromagnetik. Wireless merupakan solusi bagi para pengguna
internet yang mengalami kesulitan mengakses internet dengan menggunakan kabel
seperti serat optik, saluran telepon, atau jaringan kabel lainnya. Diprediksikan jaringan
wireless akan menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan dalam memenuhi
kebutuhannya di masa yang akan datang. Selain untuk sambungan langsung ke internet,
jaringan wireless ini dapat digunakan untuk menggantikan jaringan LAN dengan kabel
yang disebut Virtual Private Network (VPN).
Salah satu layanan internet fixed wireless adalah wifi. Wifi merupakan kependekan
dari Wireless Fidelity, yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk jaringan lokal
nirkabel (Wireless Local Area Network – WLAN) yang didasari pada spesifikasi tertentu
yang disebut IEEE 802.11. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel
dan jaringan komputer LAN, namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses
internet. Hal ini memungkinkan komputer/laptop yang mempunyai kartu nirkabel (wireless
card) dan Personal Digital Assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet melalui
titik akses yang disebut hotspot. Mungkin kamu pernah pergi ke mall, café, hotel, atau
bandara yang menyediakan fasilitas hotspot. Di tempat inilah kamu dapat melakukan
koneksi internet secara wireless.
Salah satu kelebihan dari wifi adalah kepraktisan, tidak perlu repot menghubungkan
komputer/laptop secara fisik ke jaringan internet melalui kabel. Kecepatan akses
tergantung sinyal yang diperoleh, artinya semakin dekat dengan hotspot, sinyal semakin
baik, sehingga kecepatan yang diperoleh semakin tinggi sampai batas tertentu. Meskipun
wifi hanya dapat diakses ditempat yang bertandakan “Wifi Hotspot”, jumlah tempattempat
umum yang menawarkan “Wifi Hotspot” terus meningkat secara drastis. Dengan
fasilitas “Wifi Hotspot”, berarti pelanggan mereka dapat mengakses internet yang artinya
memberikan nilai tambah bagi para pelanggan.
4. Koneksi melalui Telepon Genggam
Koneksi internet melalui telepon genggam merupakan bentuk lain teknologi wireless
yang diperuntukkan bagi peralatan bergerak (mobile wireless). Ada beberapa jenis
teknologi layanan internet melalui telepon genggam, masing-masing mempunyai kecepatan
akses yang berbeda-beda.
Untuk meningkatkan kecepatan transfer data melalui telepon genggam, para ahli
mengembangkan teknologi generasi kedua (2G) yaitu GPRS (General Packet Radio
Service) sebagai salah satu standar komunikasi wireless. Dibandingkan dengan
protokol WAP, GPRS memiliki kelebihan dalam kecepatannya yaitu mencapai 115
kbps. GPRS mendukung format data yang lebih luas, termasuk aplikasi grafis dan
multimedia. Layanan ini dapat diakses melalui telepon genggam yang mendukung
fasilitas GPRS. Teknologi lanjutan dari GPRS untuk memperoleh kecepatan transfer
data yang lebih tinggi disebut EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Environment).
EDGE sering disebut teknologi komunikasi bergerak generasi 2,5 (2,5 G) yang
memiliki kecepatan transfer 384 kbps.
Tuntutan pengguna telepon genggam untuk bisa bertelepon sambil bertatap muka
(video calling) atau mengirim foto dan video dengan cepat, diperlukan kemampuan
transfer data yang lebih cepat lagi. Maka dikembangkan teknologi wireless mobile
generasi ketiga (3G), yaitu W-CDMA (Wideband Code Division Multiple Access)
atau juga disebut UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service). Layanan
3G ini dapat mencapai kecepatan transfer data hingga 2 Mbps. Saat ini telah tersedia
teknologi transfer data yang lebih cepat, yaitu HSDPA (High Speed Downlink
Pocket Addressing atau sering disebut 3,5G). Telepon genggam yang mempunyai
teknologi HSDPA dapat mengakses internet hingga kecepatan 3,6 Mbps. Bahkan
tengah dikembangkan teknologi komunikasi bergerak generasi keempat atau 4G
dan 4,5 G yang mampu melakukan transfer data lebih cepat lagi. Sayangnya, teknologi
3G belum tersedia secara merata di seluruh wilayah tanah air kita. Infrastruktur 3G
masih mahal, oleh karena itu layanan ini baru tersedia di beberapa kota di Pulau
Jawa. Belum lagi harga telepon genggam yang mendukung 3G masih cukup mahal.
5. Koneksi melalui Jaringan Lokal (LAN)
Di bab 2 kamu sudah mempelajari manfaat jaringan komputer. Salah satunya adalah
untuk berbagi koneksi internet. Artinya dengan menghubungkan komputer ke jaringan
lokal (LAN) yang telah terkoneksi ke internet, maka kamu dapat mengakses internet
melalui komputer tersebut. Mudah ya. Konsep inilah yang banyak dipakai di warnet
(warung internet) dan kantor-kantor. Satu sambungan internet dipakai bersama-sama
oleh beberapa komputer. Itulah sebabnya, biaya akses internet dari warnet lebih murah
dibandingkan kamu mengakses internet dial up melalui telepon rumah. Sayangnya, bila
jumlah komputer dalam jaringan LAN cukup banyak dan semua digunakan untuk
mengakses internet, akses internet menjadi lambat.
sumber : http://blog.codingwear.com/bacaan-279-Jenis-Jenis-Koneksi-Internet.html